Calon Gubernur Bank Indonesia

Pihak DPR mengaku akan menolak Agus Martowardoyo, jika memang calon Gubernur Bank Indonesia (BI) itu merupakan tokoh "buangan" seperti yang diisukan dalam DPR. Wakil Ketua Komisi XI, Harry Azhar Aziz mengatakan, masih mencari tahu kebenaran isu mengenai Agus Marto “dibuang” oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai Menteri Keuangan.

“Belum ada keputusan. Sekarang pertanyaanya adalah apakah betul Pak Agus Marto dicalonkan karena Presiden sudah tidak setuju. Jadi, kesanya seperti membuang. Kalau seperti itu memang tentu Komisi XI DPR tidak mau. Pandangan fraksi nanti bisa berubah,” kata Harry di Gedung DPR, Jakarta.

Hary mengaku akan mencari tahu jawaban yang dimaksud. Komisi XI tidak menginginkan Gubernur BI yang terpilih itu adalah orang buangan atau dilengserkan. Komisi XI berkeinginan Gubernur BI yang baru memang bisa dipertanggungjawabkan dan mampu membawa perubahan yang lebih baik di waktu mendatang.

“Itu jadi pertanyaan. Kalau kita menerima buangan tentu tidak mau. Yang setuju itu kan Demokrat. PDIP masih menimang-nimang. Golkar juga masih menimang-nimang. Walau Agus Marto kurang dari sisi moneter, tapi kan dia nanti sifatnya kolektif kolegial,” kata Harry.

Harry mengaku masih belum bisa memutuskan apakah Agus Marto menjadi Gubernur BI atau tidak. Keputusan Komisi XI itu akan dilaksanakan pada Selasa, 26 Maret 2013, malam.

Ia mengatakan ada yang pro dan kontra ( mengenai putusan Komisi XI tentang Agus Marto). Akan tetapi DPR  harus melakukannya melewati putusan internal. Waktunya juga tidak ditentukan apakah hari ini atau besok. Kira-kira besok kita rapat internal sorenya, dan malamnya kita putuskan. Kira-kira bisa aklamasi atau voting,” katanya.