Keinginan DPD Partai Demokrat Sulsel

Keinginan DPD Partai Demokrat Sulsel merekrut kader Golkar di Luwu Raya sebagai ketua DPC ditanggapi dingin pengurus DPD I Partai Golkar Sulsel. Koordinator Wilayah (Korwil) Luwu Raya DPD I Golkar Sulsel Armin Mustamin Toputiri, mengatakan upaya menggembosi suara Golkar sangat sulit terjadi karena partai beringin memiliki posisi yang sangat kuat di Luwu Raya. “Empat kepala daerah di Luwu Raya adalah ketua Golkar.

Saya berani taruhan kalau ada yang mampu menggembosi Golkar di Luwu Raya,” ujar Armin di Gedung DPRD Sulsel, kemarin. Keempat kepala daerah itu, yakni Andi Mudzakkar (Bupati Luwu),Rahmat Masri Bandaso (Wakil Wali Kota Palopo), Arifin Junaidi (Bupati Luwu Utara), dan A Hatta Marakarma (Bupati Luwu Timur).Sementara Wali Kota Palopo HPA Tenriadjeng merupakan kader senior Golkar yang pernah menjadi pengurus Golkar Makassar dan dewan penasihat (wanhat) Golkar Palopo.

DPD Demokrat mengincar sejumlah elite Golkar Luwu Raya untuk menjadi ketua DPC. Kader Golkar tersebut, antara lain Ketua Kosgoro Palopo HM Jaya dan Wakil Ketua DPD I Golkar Sulsel Basmin Mattayang. HM Jaya saat ini menjabat Sekretaris Kota (Sekkot) Palopo, sedangkan Basmin adalah mantan Bupati Luwu.

Kedua kader Golkar itu sudah melalui tahapan penjaringan calon ketua DPC Demokrat dengan sistem survei yang melibatkan lembaga survei profesional. Peluang para kandidat itu menjadi calon ketua akan merujuk pada hasil survei yang disinergiskan dengan aspirasi pengurus dan kader DPC Demokrat di masing-masing daerah.

Menurut Armin, Golkar tidak akan menghalang-halangi kader untuk hengkang ke partai politik (parpol) lain.Kasus kader pindah partai bukanlah hal baru bagi partai Golkar, terutama pascahengkangnya mantan Ketua DPD I Golkar Sulsel Ilham Arief Sirajuddin ke Partai Demokrat. “Kami sudah mengidentifikasi mana kader yang bisa “dipegang” dan yang mana yang tidak. Golkar sudah mengubah pola strategi dengan melakukan pendekatan paku besi,” ujarnya.

Armin mengaku tidak yakin dua kader Golkar Luwu Raya itu (HM Jaya dan Basmin) akan hengkang ke Partai Demokrat. Sebab, hingga saat ini pihaknya masih intens membangun komunikasi dengan kedua kader elite Golkar Luwu Raya itu. “Sangat pragmatis kalau beliau melakukan hal itu (pindah ke Demokrat). Saya kira ini hanya soal pilkada yang sifatnya jangka pendek. Yang perlu saya tegaskan, Golkar mengusung calon pada sebuah pilkada berdasarkan hasil survei.

Ketua Golkar tidak mutlak diusung menjadi calon jika surveinya rendah,” jelas Armin. Sementara itu,Tim Verifikasi Desk Konsolidasi DPD Demokrat Sulsel melakukan proses verifikasi administrasi terhadap berkas kepengurusan DPC Demokrat Lutim. Menurut Ketua Tim Verifikasi Soewarno Soedirman, pihaknya telah memeriksa berkas administrasi kepengurusan di DPC Lutim sebagai persyaratan menjelang pelaksanaan musyawarah cabang (muscab) mendatang.

Lutim akan menjadi daerah pertama penyelenggaraan muscab di Sulsel.Mantan pengurus Golkar Sulsel Saldy Mansyur diprediksi menjadi kandidat terkuat calon ketua DPC Demokrat Lutim. “Tahap selanjutnya dilakukan verifikasi faktual dan beberapa agenda lain seperti konsolidasi hingga ke tingkat ranting,”tandas Soewarno. Demikian catatan online Recehan Internet tentang Keinginan DPD Partai Demokrat Sulsel.

0 Response to "Keinginan DPD Partai Demokrat Sulsel"