Senin, 11 April 2011

Apresiasi nilai tukar rupiah

Apresiasi nilai tukar rupiah yang saat ini terjadi telah mendorong pemerintah untuk merevisi asumsi nilai tukar rupiah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2011, yang ditetapkan Rp 9.250 per dollar AS. Kementerian Keuangan memperhitungkan asumsi nilai tukar rupiah yang lebih tepat untuk mengantisipasi perkembangan ekonomi ke depan hingga akhir 2011 adalah Rp 9.000 per dollar AS.

Hal itu diungkapkan Pelaksana Tugas Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Bambang PS Brodjonegoro saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Senin (11/4/2011).

Menurut Bambang, faktor utama perubahan asumsi ekonomi makro dalam APBN 2011 adalah kenaikan harga minyak mentah di pasar dunia. Oleh karena itu, seluruh asumsi ekonomi makro yang terkait dengan harga minyak akan diubah, antara lain nilai tukar rupiah dan harga jual minyak mentah Indonesia (ICP).

”Yang berkaitan dengan minyak saja yang akan diubah. Nilai tukar juga pasti kami revisi. Sebenarnya, dalam perubahan asumsi itu ada hal yang bagus juga, termasuk penguatan rupiah,” ujarnya.

Bambang menyebutkan, dengan penguatan rupiah hingga Rp 8.600 per dollar AS pada akhir-akhir ini, nilai tukar yang paling aman bagi rupiah adalah Rp 9.000 per dollar AS. ”Jadi, dari Rp 9.250 per dollar AS menjadi lebih kuat, lebih rendah dari itu. Saya kira paling aman adalah Rp 9.000 per dollar AS. Tetapi, kalau mau lebih berani juga bisa, tetapi Rp 9.000 per dollar AS lebih aman. Itu yang moderat,” ungkapnya.

Perubahan nilai tukar itu mempertimbangkan daya saing ekspor dan arus modal yang masuk ke Indonesia. Sementara ini, penguatan rupiah belum memberikan dampak yang signifikan terhadap ekspor Indonesia.

Revisi ini akan diajukan pemerintah ke DPR pada bulan Juni-Juli 2011. ”Jadi, paling lama bulan Juli. Antara bulan Juni–Juli itu kami akan revisi terhadap APBN pada perkiraan harga minyak,” ujarnya.

Meskipun nilai tukar rupiah menguat lebih kuat 7,56 persen dari asumsi APBN 2011 yang ditetapkan Rp 9.250 per dollar AS, pemerintah tidak mengkhawatirkan apresiasi itu. Demikian catatan online Recehan internet tentang Apresiasi nilai tukar rupiah.

Related Posts