Kedisiplinan lurah dan jajarannya di Kota Medan

Kedisiplinan lurah dan jajarannya di Kota Medan masih memprihatinkan. Selain tak pernah apel pagi maupun sore, kehadiran mereka masih jauh dari harapan. Kepala Bagian Administrasi Pemerintahan Setdako Medan Muhammad Sofyan memaparkan bahwa dalam inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukannya beberapa hari belakangan, hanya sekitar 2/3 jajaran kelurahan yang hadir. Bahkan, apel sama sekali tidak digelar. Kondisiinijauhharapandari WaliKota Medan Rahudman Harahap yang terus mendorong peningkatan disiplin.

“Disiplin aparat kelurahan masih jauh dari harapan. Jumlah kehadiran minim. Ini terus kami sidak agar dibenahi secara perlahan-lahan,”tegas Sofyan. Sofyan menambahkan, selain sidak, pihaknya juga akan melakukan apel setiap pagi dan sore di kantor kelurahan secara acak dan tiba-tiba. Dia juga sudah meminta camat, yang merupakan atasan lurah, untuk melakukan pembenahan.

“Camat juga diminta untuk terusmelakukanpembinaan.Sebenarnya, disiplin di kantor camat juga belum maksimal.Tapi sudah mulai bagus,”tambahnya. Instruksi Wali Kota Medan Rahudman Harahap terkait domisili juga masih dilanggar. Sejumlah lurah belum bertempat tinggal di wilayah kerjanya. Sementara itu, semua camat sudah tinggal di wilayahnya. Bahkan, tim dari Pemko Medan sudah melakukan peninjauan langsung ke rumah mereka saat subuh. Kunjungan mendadak ini dilakukan karena si camat bisa saja hanya mengontrak rumah, tapi tidak menempatinya.

“Kalau camat sudah semua. Lurah belum.Padahal harus,tidak ada alasan. Ini akan ditegur lagi, karena tidak ada alasan, ini perintah pimpinan.Bila tidak juga maka akan disampaikan kepada pimpinan. Tentunya ada sanksi berlaku atas kesalahan ini,”bebernya. Peningkatan disiplin dan menetap di wilayah kerja masing- masing sesuai arahan Wali Kota Medan Rahudman Harahap sebagai bentuk peningkatan pelayanan dan langsung merespons setiap persoalan atau keluhan masyarakat.

Jika tinggal di wilayah kerjanya,si lurah langsung tahu apa-apa saja yang terjadi di sana. “Ini untuk mempermudah dan meningkatkan pelayanan. Bagaimana mau memberikan pelayanan kalau dia tidak tahu atau lambat memantau wilayah kerjanya. Merekalah ujung tombak pelayanan publik. Bila tidak dilakukan, maka sia-sia saja apa yang diinstruksikan selama ini,”pungkasnya. Sementara itu, Sekretaris Komisi A DPRD Medan Ilhamsyah mengatakan, kinerja lurah sudah saatnya dievaluasi.

Lurah yang tidak sejalan dengan visi misi wali kota, kata dia, sebaiknya mereka diganti. “Lurah yang tidak pantas ganti saja.Tidak ada alasan untuk dipertahankan. Instruksi wali kota saja tidak dijalankan. Indisipliner ataupun tak mampu menjalankan perintah menjadi alasan pencopotannya,” tegas Ilhamsyah.

Dia menambahkan,staf dan lurahakansulitmemaksimalkan pelayanan publik jika mereka tidak ada di tempat,sulit dihubungi.“ Bagaimana mau memberikan terbaik kalau mereka tidak ada di tempat.Jangan tebang pilih. Kalau memang tidak bisa bekerja sesuai sistem, keluarkan dari sistem itu,”tandasnya. Demikian catatan online Recehan internet tentang Kedisiplinan lurah dan jajarannya di Kota Medan.

0 Response to "Kedisiplinan lurah dan jajarannya di Kota Medan"