Cuaca buruk kembali melanda Kota Makassar

Cuaca buruk kembali melanda Kota Makassar dengan adanya hujan deras sejak malam hari yang disertai angin kencang kembali menimbulkan banjir di Jalan protokol dan permukiman warga. Ruas jalan yang menjadi langganan banjir, di antaranya Jalan AP Pettarani, Jalan Racing Centre, Jalan Pelita Raya, Jalan Perintis Kemerdekaan, Borong Raya, Adhyaksa Baru, Jipang Raya, Jalan Urip Sumoharjo.

Dari pantauan media massa, genangan air di Jalan AP Pettarani mulai terlihat di depan Mal Ramayana hingga Ujung Pettarani. Sejumlah pengguna jalan khususnya yang menggunakan motor terjebak dan terpaksa kendaraannya akibat mogok. Genangan air yang mencapai 50 sentimeter ini juga mengakibatkan kemacetan. Bahkan, sejumlah kantor instansi milik pemerintah, seperti Kantor Badan Koordinasi Keluarga Berencana (BKKBN), Kantor Pos, dan Kantor Dinas Tenaga Kerja Kota Makassar, ikut terendam banjir.Air juga membanjiri rumah warga di Jalan Pelita Raya. Sejumlah warga terlihat berusaha menguras air yang masuk ke dalam rumah.

Sementara di Jalan Perintis Kemerdekaan tepatnya di depan Kampus STMIK Dipanegara dan depan Kantor Gubernur Sulsel, juga menyebabkan kemacetan. Pengguna jalan berusaha menghindari genangan air yang tingginya hingga selutut yang menyebabkan arus lalu lintas tersendat. Hal serupa juga terjadi di Mallengkeri dan Manuruki yang merupakan kompleks kos-kosan mahasiswa. Hujan deras yang turun sejak dua hari terakhir menyebabkan mahasiswa bersiaga menghadapi banjir. Hujan yang disertai angin kencang juga merobohkan baliho di sejumlah titik, seperti yang terlihat di persimpangan Jalan Boulevard dengan Jalan AP Pettarani. Baliho milik Partai Golkar roboh ke tengah jalan dan mengganggu pengguna lalu lintas.

Wali Kota Makassar Ilham Arif Sirajuddin seusai rapat paripurna mengatakan, banjir yang terjadi di Makassar beberapa hari terakhir ini sangat sulit diatasi.Air yang bermuara di laut tidak memiliki arah aliran sehingga menimbulkan genangan. Selain itu, drainase yang ada di Makassar juga tidak berfungsi dengan baik untuk mengalirkan air. “Pemerintah tetap tanggap terhadap kondisi yang terjadi di Makassar ini.Warga diharapkan tidak cemas, tetapi tetap waspada.Apalagi mereka tinggal di perumahan yang setiap tahun menjadi langganan banjir,” ujar Ilham Arief Sirajuddin di Kantor DPRD Makassar, kemarin.

Kepala Dinas Sosial Makassar Ibrahim Saleh mengatakan, Dinas Sosial siap memberikan bantuan kepada masyarakat yang terkena bencana. Untuk penanggulangan banjir ini, pihaknya akan memantau beberapa lokasi yang membutuhkan bantuan logistik. “Kami selalu siap bahkan persediaan logistik untuk bencana, cukup untuk tahun ini,” ucap dia.

Tiga Selat Berbahaya Dilayari

Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar mengeluarkan peringatan larangan kapal di Sulawesi Selatan untuk melaut dalam empat hari ke depan, terhitung Senin hingga Jumat. Peringatan itu dikeluarkan, setelah BMKG memantau potensi tingginya gelombang laut yang terjadi di tiga selat di Sulsel, yakni Selat Makassar,Selat Selayar tepatnya di Sabalana, Selat Bone bagian selatan.

Tiga perairan juga dinyatakan berbahaya, yakni perairan Majene, perairan Masilina Doangdoang, dan perairan Tukangbassia. Kepala Subbidang Pelayanan Jasa Balai Besar Meteorologi dan Geofisika Wilayah IV Sujarwo menjelaskan, tinggi gelombang laut di selat dan perairan itu mencapai 3 meter hingga 4 meter. Pada kondisi normal,ketinggian gelombang maksimal dua meter. Untuk angin, kecepatannya bervariasi antara 8 kilometer (km) per jam hingga 36 km. “Kami sudah mengirim ke sejumlah kabupaten/kota peringatan dini ini, khususnya ke sejumlah nelayan mereka.Jika nelayan tetap melaut dipastikan risikonya tinggi, apalagi jika perahu yang digunakan jenis perahu kecil,” tutur dia kemarin.

Sujarwo menuturkan,tidak saja di perairan yang memisahkan wilayah Sulawesi Selatan bagian timur dengan Sulawesi Tenggara terjadi gelombang tinggi. Gelombang setinggi ini juga terjadi di delapan perairan lainnya. Delapan perairan itu, Donggala Mamuju, Perairan Teluk Togo Kendari, perairan Pantai Balikpapan-Tanah Grogot, perairan Selat Makassar, perairan Laut Maluku bagian selatan, perairan Laut Seram, perairan Laut Banda, dan perairan Aru Tual. Sementara itu, telah terjadi peningkatan aktivitas pembentukan awan hujan di wilayah Makassar dan sekitarnya yang berpotensi terjadi hujan dengan intensitas lebat disertai angin kencang.Kondisi ini terjadi juga di empat daerah lainnya, yakni Kabupaten Gowa, Takalar,Maros,dan Pangkep.

“Intensitas hujan mencapai 90 milimeter (mm) per jam dari normalnya hanya 50 mm. Sementara suhu udara permukaan berkisar antara 21 derajat Celsius hingga 32 derajat Celsius dengan tingkat kelembaban udara antara 58% sampai 98%.Angin bertiup dari barat daya ke barat laut dengan kecepatan antara 10 hingga 40 km per jam,”papar dia. Makanya, atas kondisi cuaca yang tidak bersahabat ini, dia mengimbau masyarakat tetap berhati-hati jika beraktivitas di luar rumah. Utamanya mereka yang menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat untuk tetap menjaga jarak pandang.

Sementara itu, Syahbandar Pelabuhan Sukardi membenarkan, dalam beberapa hari ini tingkat gelombang di perairan Makassar cukup tinggi dan berbahaya bagi nelayan. Namun, pihak syahbandar tidak memiliki kewenangan melarang para nelayan melaut. “Tingkat gelombang cukup tinggi. Selain itu, angin dalam beberapa hari ini kencang sekali. Para nelayan kami imbau berhati- hati ketika melaut,” kata dia saat dihubungi kemarin. Namun, Ketua Asosiasi Pemilik Kapal Indonesia (Indonesian Ship Owners Association/ INSA) Muh Nirwan Naim menyatakan, kondisi cuaca yang ada saat ini tetap menjadi perhatian para pemilik kapal untuk berlayar.

Kendati ada pelayaran yang tertunda, secara umum dia menilai aktivitas pelayaran tetap terjaga. “Kondisi cuaca yang ada saat ini memang lebih buruk dibandingkan kondisi sebelumnya. Namun,untuk kapal-kapal tonase besar dan perencanaan pelayaran yang matang, masih bisa berjalan.Apalagi, banyak jadwal pelayaran harus dipenuhi, terutama pengiriman barang di wilayah Indonesia timur,” pungkas dia kemarin. Demikian catatan online Recehan internet tentang Cuaca buruk kembali melanda Kota Makassar.

0 Response to "Cuaca buruk kembali melanda Kota Makassar"