Raut muka bahagia bercampur tak percaya

Raut muka bahagia bercampur tak percaya terpancar dari wajah Darmanto yang tengah menunggu anaknya, Rani (24) beserta sang suami, Apep (32)

Saat serius menyaksikan siaran langsung dari sebuah televisi swasta dari Bandara Soekarno-Hatta, Darmanto menyaksikan kehadiran Rani dan Apep langsung dengan mata kepala sendiri tiba di Jakarta dengan selamat. Pujian syukur pun langsung dipekikkan pria berumur 49 tahun ini.

"Subhanallah, anak saya! Itu anak saya!" teriak Darmanto, Rabu (26/1/2011), di Asrama Haji Jakarta, Jalan Raya Pondok Gede, Jakarta Timur.

Darmanto tak percaya anak sulungnya bisa tiba dengan selamat di Jakarta. Pasalnya, sejak malam kemarin, Darmanto terputus kontak dengan Rani. "Nggak percaya saya, selamat juga. Alhamdulillah. Subhanallah," ujar Darmanto sambil tak henti-hentinya bersyukur.

Dia menceritakan, komunikasi dirinya dengan Rani terjalin cukup baik sampai kemarin malam. Saat terjadi kerusuhan, Rani yang tengah menempuh studi S1 Jurusan Tafsir Al-quran di Universitas Al-Azhar menceritakan kondisi di Kairo cukup mencekam.

"Tidak biasanya dia minta uang Sabtu kemarin. Tapi saat mau saya transfer, tiba-tiba dia hubungi saya bilang jangan transfer karena bank-bank di Kairo dijarah. Saya bingung dan semakin khawatir," ujarnya.

Tidak jauh dari tempat tinggal Rani, aksi penjarahan kerap kali terjadi. Bahkan, toko-toko makanan tidak ada yang berani buka. "Anak saya dengan suaminya hanya ada di dalam rumah saja, tidak berani keluar dengan makanan seadanya," ucap Darmanto.

Rani, sulung dari tiga bersaudara, tiba selamat di Bandara Soekarno-Hatta bersama 410 orang lainnya. Rani terbang ke Jakarta tidak sendirian. Dia bersama dengan sang suami yang sebelumnya dikabarkan tidak dapat diberangkatkan lantaran KBRI memprioritaskan keberangkatan bagi anak dan wanita.

"Alhamdulillah, diberikan keselamatan dan dia bisa datang bersama suaminya. Alhamdulillah," ungkap Darmanto. Demikian catatan online Recehan internet tentang Raut muka bahagia bercampur tak percaya.

0 Response to "Raut muka bahagia bercampur tak percaya"