Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo

Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo membantah rencana pembangunan tanggul raksasa di bagian Utara Jakarta untuk mengantisipasi Jakarta tenggelam. Menurutnya, wacana Jakarta tenggelam sama sekali tidak benar karena yang terjadi hanya penurunan tanah yang masih bisa diatasi.

"Kondisi lingkungan laut Jawa impact-nya terhadap coastal area 10 tahun ke depan dan seterusnya. Itu menggambarkan land subsidence-nya. Jadi nggak benar tuh kalau ada yang bilang Jakarta mau tenggelam," ungkap Foke, Senin (7/2/2011), di Balai Kota, Jakarta.

Menurutnya, penurunan tanah yang terjadi di Jakarta tidak secara menyeluruh. "Kontur tanah kan nggak lempeng begitu, muter-muter, jadi terjadinya fluktuasi, ada di tempat-tempat tertentu," ujarnya.

Fauzi Bowo mencontohkan salah stau lokasi penurunan tanah terparah terjadi di wilayah Cengkareng, Jakarta Barat. Di tempat itu, terdapat sebuah pabrik bir yang memanfaatkan air tanah dalam sehingga terjadi kerusakan cukup signifikan.

"Tanah turun hingga beberapa meter," kata Foke.

Belajar dari kasus tersebut, lanjutnya, dikeluarkan perda terkait penggunaan air tanah. "Opsi jangka panjang adalah menyediakan kuantitas air cukup, bikin penjernihan air Jatiluhur, kemudian itu dimasukkan pipa, kirim ke Jakarta lalu didistribusikan di sini," ungkap Foke.

Selain itu, alternatif yang dilakukan Pemprov DKI apabila penurunan tanah (land subsidence) serta peningkatan permukaan air laut maka di Pantai Utara Jakarta terus terjadi, yakni dengan pembangunan tanggul raksasa.

"Akan dilakukan seperti di negeri Belanda, jadi dibuat dengan sistem tanggul raksasa, sistem polder, dan pompa saluran. Dan, itu diperpanjang ke arah laut," ujarnya.

Saat ini Pemprov DKI tengah bekerja sama dengan pemerintah kota Rotterdam, Belanda, dalam merampungkan konsep tanggul raksasa. Pertemuan hari ini adalah untuk membahas peta pembangunan tanggul sepanjang 60 meter tersebut. Demikian catatan online Recehan internet tentang Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo.

0 Response to "Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo"