700.000 kondom ultra-tipis

Polisi Malaysia tengah menyelidiki raibnya lebih dari 700.000 kondom ultra-tipis yang dikapalkan dari negara itu menuju Jepang, kata kepolisian Malaysia, Selasa.

Sagami Rubber Industries, pembuat kondom pertama Jepang, pekan lalu, mengatakan, kondom-kondom itu dimuat dalam satu peti kemas dari sebuah pabrik di Malaysia utara. Namun saat peti kemas itu dibuka di Tokyo, di dalamnya kosong alias ratusan ribu kondom itu telah hilang. Perusahaan itu mengatakan, gembok-gembok telah diganti saat tiba di Tokyo.

"Kami menangani hilangnya kondom itu dengan serius. Kami sedang menyelidiki kasus tersebut," kata seorang juru bicara polisi Malaysia kepada AFP.

Sato Koji, manajer pabrik karet Sagami di negara bagian Perak, Malaysia, mengatakan, mereka telah melaporkan kasus hilangnya kondom-kondom itu ke polisi. "Kami tidak senang atas insiden tersebut. Ini kasus pertama sejak kami memulai produksi di Malaysia tahun 1997," katanya kepada AFP.

Para pegawai di kantor pusat Sagami menyebutkan, kondom-kondom itu, yang 14 persen lebih tipis dari kondom-kondom yang beredar di pasaran, senilai total 1,5 juta dollar AS pada harga eceran di Jepang.

Perusahaan pengirim peti kemas mengatakan, barang kiriman dari Malaysia sering hilang dan banyak kasus dilakukan orang dalam. "Ada gembok, segel, dan daftar yang disediakan pengirim barang dan perusahaan pengiriman untuk setiap bagian perjalanan dari pabrik hingga tujuan agar mudah mengetahui kapan dan di mana barang dimanipulasi atau diubah," kata Kepala Asosiasi Pengiriman Barang Lewat Udara Malyasia Walter Cullas. Demikian catatan online Recehan internet tentang 700.000 kondom ultra-tipis.

0 Response to "700.000 kondom ultra-tipis"